Pelangi
Pelangi merupakan fenomena optik dan meteorologi yang menghasilkan spektrum cahaya hampir selanjar di langit apabila matahari bersinar semasa hujan turun. Pelangi dihasilkan apabila cahaya terbias melalui titik air di udara
Fisika Astronomi
Astronomi adalah ilmu alam yang berkaitan dengan studi tentang benda-benda langit (seperti bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang dan galaksi) dan fenomena yang berasal dari luar atmosfer Bumi (seperti radiasi latar belakang kosmik). Hal ini berkaitan dengan evolusi, fisika, kimia, meteorologi, dan gerakan benda-benda langit, serta pembentukan dan pengembangan alam semesta.
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Eksperiment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eksperiment. Tampilkan semua postingan
Senin, 21 Mei 2012
Albert Einstein
Albert Einstein (1879-1955)
Einstein, lahir di Ulm, Jerman. Pada tahun 1905,gagasannya yang sudah ada dalam pikirannya bertahun-tahun ketika ia harus memusatkan perhatiannya untuk pekerjaan lain berbuah menjadi tiga makalah pendek. Gagasan initelah mengubah pikiran bukan hanya dalam bidang fisika melainkan juga dalam peradaban modern ini.Makalahnya yang pertama mengungkapkansifat cahaya, ia menyatakan bahwa cahaya mempunyaisifat dual, yaitu partikel dan gelombang. Makalah yang kedua ialah mengenai gerak Brownian, gerak zigzag dari sebintik bahan yang terapung dalam fluida, misalnya serbuk sari dalam air. Einstein mendapatkan rumus yang mengaitkan gerak brownian dengan gerak partikel yang ditumbuk oleh molekul fluida dimana partikel itu terapung.Walaupun teori molekular telah dikemukakan bertahun-tahun sebelumnya, ini merupakaneksperimen yang meyakinkan yang memperlihatkan kaitan pasti yang sudah lama dinantikan orang.Makalah yang ketiga, memperkenalkan teori relativitas.. Setelah ia mulai mendapatkan kedudukan pada Universitas di negara Swiss dan cekoslowakia,dalam tahun 1913 ia memperoleh pekerjaan di Kaiser Wilhelm Institute di Berlin, sehingga ia dapatmelakukan penelitian dengan bebas tanpa kekhawatiran kekurangan uang dan beban kewajiban rutin.Pada waktu itu minat Einstein ialah terutama dalam bidang gravitasi, dan mulai dari hal yangditinggalkan Newton lebih dari dua abad yang lalu.
Teori Relativitas Umum Einstein yang diterbitkan dalam tahun 1915, mengaitkan gravitasidengan struktur ruang dan waktu. Dalam teori ini, gaya gravitasi dapat dipikirkan sebagai ruang-waktu yang melengkung di sekitar benda sehingga massa yang berdekatan cenderung untuk bergerak kearahnya, sama seperti kelereng yang menggelinding ke alas lubang yang berbentuk seperti mangkuk.dari teori teori relativitas umum orang dapat membuat ramalan teoretis, misalnya cahaya harusdipengaruhi oleh gaya gravitasi, dan ternyata semuanya terbukti secara eksperimental. Penemuan berikutnya yang menyatakan bahwa semesta ini memuai ternyata cocok dengan teori.Dalam tahun 1917, Einstein mengemukakan penurunan baru mengenai rumus radiasi bendahitam Planck dengan memperkenalkan gagasan radiasi yang terstimulasi, suatu gagasan yang buahnyamuncul 40 tahun kemudian sebagai penemuan laser. Perkembangan mekanika kuantum dalam tahun1920 mengganggu Einstein yang tidak menerima pandangan probabilistik sebagai pandangandeterministik walaupun dalam skala atomik.
Akhir hidupnya dipakai untuk mencari teori medan terpadu yang menyatukan medan gravitasidan elektromagnetisme dalam suatu gambaran, namun usahanya ini tidak berhasil. Suatu pemikiran yang belum tepecahkan sampai sekarang yang diwariskan oleh Albert Einstein sampai ajalnya datang menjemput, yaitu menemukan teori medan terpadu yang menyatukan medangravitasi dan elektromagnetisme dalam suatu rumus atau hukum
Rocket Mini
Rocket Mini
Ya walaupun roket ini tidak sebagus
roket air, tapi menarik untuk dibuat karena alat dan bahan yang diperlukan
banyak kita temui di rumah dan warung terdekat.
Alat dan bahan :
- Alumunium foil
- Kotak korek api + batang korek api
- Penjepit kertas (paper clip)
- Jarum atau segala apapun yang lurus
pokoknya.
- Gunting
Langkah percobaan :
- Gunting alumunium foil dengan lebar 8 cm x 3
cm.
- Potong bagian kepala dari batang korek api dan
letakkan di atas alumunium foil. Lihat gambar!
- Gulung bagian ujung kiri alumunium foil sehingga
membentuk tabung dengan bagian kepala korek api di tengahnya. Ingat
membentuk tabung, jangan ditekan alumunium foilnya.
- Ambil dan luruskan paper clip. Kemudian ujung
paper clip tersebut masukkan ke dalam lubang tabung alumunium foil tadi
sehingga menyentuh kepala batang korek api. Ingat jangan menyentuh
alumunium tapi kepala korek api ya.
- Nah sekarang baru tekan si alumunium sampai
rapat.
- Gulung lagi alumunium foil 2-3 kali, kemudian
sobek sisanya. Lihat gambar!
- Si ujung alumunium yang dekat paper clip diputar
sampai erat, dan si ujung alumunium yang dekat korek api diputar kemudian
digunting.
- Lepaskan paper clip terus masukkan jarum pada
lubang bekas paper clip tadi.
- Selesai deh roket sederhananya, yang kita
perlukan sekarang ialah landasannya.
- Landasannya bisa dari bungkus korek api atau sisa
alumunium foil.
- Usahakan agar si roket membentuk sudut 45
derajat. Ayo kenapa? Lihat gambar! Akhirnya ayo kita nyalakan
roketnya!
- Maka terbanglah si roket mini ke angkasa. (Ga juga
sih palingan cuma 8-10 meter dah turun lagi)
Konsep Fisika : Korek api itu
(kepalanya) merupakan bahan bakar yang baik untuk roket mini ini. Ketika roket
mini ini dinyalakan, maka si kepala korek api ini akan terbakar dan menimbulkan
panas dan gas. Karena gas tersebut dikelilingi oleh tembok alumuniumfoil, maka
terjadi pengumpulan gas yang sangat tinggi di dalam roket. Dan akhirnya si
roket terbang karena dorongan dari gas tersebut.
Kompor Dari Alumunium Foil
Kompor Dari Alumunium Foil
Matahari adalah sumber energi terbesar dan utama bagi
kehidupan kita, kita dapat memanfaatkan energi matahari secara cuma-cuma dan
dengan teknologi yang sederhana.
Kompor jenis ini banyak digunakan karena memiliki
berbagai keunggulan, diantaranya adalah temperatur yang dihasilkan tidak
sepanas kompor biasanya sehingga cukup aman, bentuknya yang flat juga aman bagi
mata kita, mudah diproduksi dengan teknologi sederhana dan biaya yang murah,
serta mudah dibawa dan disimpan.
Alat dan bahan yang harus disediakan diantaranya:
- Karton tebal, ukuran 0,9 x 1,2 meter.
- Alumunium foil, ukuran 0,3 x 3 meter.
- Lem.
- Gunting atau cutter.
- Pensil dan penggaris.
Langkah-langkah pembuatan:
1) Bentuk kertas karton menjadi pola seperti di bawah ini
2) Pastikan bahwa pola yang anda bentuk seperti pada gambar diatas, setelah
pola terbentuk kemudian lapisi dengan aluminium foil dengan lem yang sudah
dipersiapkan, dan jangan lupa buat dua lubang pengaitnya seperti di gambar pola
sebagai tempat pengait untuk bagian kolektor sinar matahari. Setelah dipastikan
alumunium foil yang disatukan dengan kertas karton telah benar-benar menempel
dengan baik kemudian rangkai kompor seperti gambar di bawah ini.
3) Setelah kompor terangkai dengan sempurna langkah selanjutnya adalah
mempersiapkan wadah untuk memasak makanan, pastikan panci yang kita jadikan
sebagai tempat memasak berwarna hitam, karena warna hitam dapat menyerap panas
dengan baik. Kemudian untuk mengoptimalkan panas yang terserap dan menghindari
panas terbuang, dalam proses memasak sebaiknya kita gunakan plastik untuk
membungkus panci tersebut. Dr. Steven Jones dari Brigham Young University
mengatakan bahwa “agar lebih optimal dalam memasak akan lebih baik jika
dibuatkan tatakan untuk panci yang akan kita letakkan di dalam kompor”. Tatakan
dibuat dengan ketinggian 6 cm seperti pada gambar dibawah, dengan maksud untuk
mengoptimalkan cahaya matahari yang dipantulkan baik dari atas, samping maupun
dari bawah panci.
Catatan :
Agar menanak nasi lebih optimal harus dilakukan pada kisaran pukul 09.00-14.00 ketika sinar matahari muncul sepenuhnya. Beberapa kekurangan kompor matahari antara lain, tak bisa diaplikasikan sewaktu-waktu, misal pada musim hujan atau malam hari, kompor tenaga surya juga tidak dapat digunakan menggoreng makanan.
Agar menanak nasi lebih optimal harus dilakukan pada kisaran pukul 09.00-14.00 ketika sinar matahari muncul sepenuhnya. Beberapa kekurangan kompor matahari antara lain, tak bisa diaplikasikan sewaktu-waktu, misal pada musim hujan atau malam hari, kompor tenaga surya juga tidak dapat digunakan menggoreng makanan.
Bom
BOM
Waduh ini eksperimen ko tentang bom sih? Tenang aja gak berbahaya ko,
percobaan ini lumayan lah buat ngejahilin temen-temen di waktu senggang. Nah
untuk ngebuatnya, bahanyang kalian butuhkan yaitu :
- Air
- Gelas ukur kecil
- Plastik dengan penutup rapat kayak plastik
obat
- Baking soda
- Cuka
- Kertas
Langkah Pembuatan :
- Sobek kertas berbentuk persegi ukuran
10cmx10cm.
- Masukkan 1 sendok baking soda kemudian lipat
berbentuk persegi. Kedalam wadah plastik masukkan 1/2 gelas kecil cuka dan
1/4 gelas kecil air hangat. Setelah itu, masukkan kertas berisi baking
soda tadi ke dalam wadad plastik lalu tutup rapat secepatnya. Kocok
plastik sebentar kemudian menghindar dan tiaraapp! (hahaha gak segitunya
kali). Alhasil BOOOOMMMMM plastik tadi akan meledak seperti bom.
Perahu Bertenaga Sabun
Perahu Bertenaga Sabun
Sabun, tak ada hal
yang aneh kan? benda tersebut biasanya kalian gunakan untuk mandi dan keperluan
rumah tangga lainnya tapi pernahkan kalian mencoba menggunakan sabun sebagai
tenaga untuk menggerakkan perahu?! Untuk itu marilahkita membuatnya, perhatikan
ya!
ü Alat dan bahan yang diperlukan:
·
karton yang agak
tebal
·
gunting
·
ember/baskom penuh
air
·
detergen
ü Langkah-langkah pembuatan:
1) Buatlah rangka perahu dari karton seperti pada gambar kira-kira 7 cm x 3 cm
(ukuran dapat disesuaikan). Ini gambarnya:
3) Masukkan detergen sedikit demi sedikit di bagain belakang perahu. Dan lihat
apakah yang akan terjadi.
4) Ternyata perahu akan melaju, mengapa ya?
KONSEP
Perahu bisa melaju, ini disebabkan karena adanya
pengaruh tegangan permukaan. Seperti yang kita tahu, karena adanya gaya kohesi
antar molekul air khususnya di bagian permukaan membuat sebuah lapisan tipis
dan fleskibel yang disebut tegangan permukaan. Dengan menambah detergen
ternyata akan memecah lapisan air dan membuat perahu melaju. Catatan: Setelah
melakukan satu kali percobaan, bersihkan kembali embernya kemudian gunakan air
yang baru jika ingin melakukan percobaannya lagi.
Percobaan Fisika Fluida
Percobaan Fisika Fluida
o
Alat Dan Bahan
·
Gelas
·
Garam
·
Gula
·
Minyak Goreng
·
Merica
·
Pepsin
·
Gula Jawa(Gula Merah)
·
Asam Kamal
·
Telur Rebus
·
Telur Mentah
o
Langkah-Langkah Pembuatan :
1) Air biasa di
masing-masing gelas dimasukan telur rebus dan telur mentah.
Perhatikan Gambar!. Pada gambar ini
air jika telur rebus dan telur mentah dimasukan kedalam air biasa terlihat
telur tersebut tenggelam itu dikarenakan massa
jenis Fluida = massa jenis benda tersebut.
2) Air dicampur
dengan garam kemudian masing-masing gelas dimasukan telur rebus dan telur
mentah.
Perhatikan Gambar!. Pada gambar
diatas kita melihat telur yang direbus tenggelam dan telur yang masih mentah
melayang di air garam tersebut,telur yang melayang tersebut melayang dapat kita
kaitkan dengan materi fluida yaitu dalam hukum archimedes yaitu telur mentah melayang dikarenakan massa
fluida < massa jenisbenda tersebut
3) Air dicampur
dengan gula kemudian masing-masing gelas dimasukan telur rebus dan telur
mentah.
Perhatikan Gambar!. Pada gambar ini
campuran air dengan gula tersebut telur rebus tenggelam sedangkan telur mentah
melayang.Sama seperti penjelasan awal yang berkaitan dengan hukum Archiemedes
yaitu telur rebus tenggelam karena massa
fluida = massa jenis benda,sedangkan telur mentah yang melayang karena massa
jenis fluida < massa jenis benda.
4) Air dicampur
dengan peptsin masing-masing gelas dimasukan telur rebus dan telur mentah.
Perhatikan gambar!. Pada gambar tersebut telur rebus dan telur mentah sama-sama tenggelam di air peptsin karena massa jenis fluidanya = massa jenis benda.
Perhatikan gambar!. Pada gambar tersebut telur rebus dan telur mentah sama-sama tenggelam di air peptsin karena massa jenis fluidanya = massa jenis benda.
5) Air dicampur
dengan merica masing-masing gelas dimasukan telur rebus dan telur mentah
Perhatikan Gambar!. Pada gambar
tersebut telur rebus dan telur mentah sama-sama tenggelam di air merica karena
massa jenis fluidanya = massa jenis benda.
6) Air dicampur
dengan gula jawa(gula merah) kemudian masing-masing gelas dimasukan telur rebus
dan telur mentah.
Perhatikan Gambar!. Pada gambar
tersebut telur rebus dan telur mentah sama-sama tenggelam di air gula jawa(gula
merah) karena massa jenis fluidanya = massa jenis benda.
7) Air dicampur
dengan asam kamal kemudian masing-masing gelas dimasukan telur rebus dan telur
mentah.
Perhatikan Gambar!. Pada gambar
tersebut telur rebus dan telur mentah sama-sama tenggelam di air asam kamal
karena massa jenis fluidanya = massa jenis benda.
8) Air dicampur
dengan minyak goreng kemudian masing-masing gelas dimasukan telur rebus dan
telur mentah.
Perhatikan Gambar!. Pada gambar
tersebut telur rebus dan telur mentah sama-sama tenggelam di air minyak goreng
karena massa jenis fluidanya = massa jenis benda.
- Jadi kesimpulan dari percobaan ini adalah pada air garam dan gula telur rebus melayang sedangkan telur mentah tenggelam.pada air merica,peptsin,gula jawa,asam kamal,minyak gorendan air biasa telur rebus dan telur mentah sama-sama tenggelam.
Membuat Api Dari Es
Membuat Api Dari Es
o
Alat Dan Bahan
·
Tempurung kelapa atau mangkuk
·
Kertas dan plastik
·
Air
·
Almari es
·
Rumput kering atau benda yang mudah terbakar
o
Langkah-langkah pembuatan:
1) Buatlah
lensa cembung dari bahan es, dengan cara:
a) Tempurung/mangkok
dialasi dengan kertas dan plastik (agar es mudah dipisahkan dari tempurung atau
mangkok)
b) Isi
tempurung/mangkok dengan air
c) Masukkan ke
almari es dan tunggu sampai membeku.
d) Pisahkan es
dari tempurung.
2)
Pada siang hari (sekitar pukul 11.00 – 13.00) letakkan
rumput kering di tanah lapang dan peganglah lensa cembung buatanmu tadi serta
arahkan ke cahaya matahari sedemikian rupa sehingga cahaya terpusat pada rumput
kering.
Experiment Flash
.

Newton tidak selalu benar. Melalui berbagai argumen, ia telah pindah mainstream ilmiahterhadap keyakinan bahwa cahaya terdiri eksklusif dari partikel daripada gelombang.Pada 1803, Thomas Young, seorang dokter Inggris dan ahli fisika, meletakkan ide untu ktes. Dia memotong lubang di jendela shutter, ditutupi dengan selembar kertas tebalditusuk dengan lubang jarum kecil dan digunakan cermin untuk mengalihkan balok tipis yang datang bersinar melalui. Lalu ia mengambil "secarik kartu, sekitar satu-tigapuluh inci lebarnya" dan memegangnya dan menekan tepi di jalur balok, dan membaginya menjadi dua.Hasilnya adalah bayangan bolak terang dan gelap sebuah fenomena yang dapat dijelaskan jika kedua balok itu berinteraksi seperti gelombang. Cahaya cerah muncul di mana dua puncak tumpang tindih, memperkuat satu sama lain, cahaya gelap ditandai mana puncak sebuah berbaris dengan palung, menetralkan satu sama lain.
Demonstrasi sering diulang selama bertahun-tahun menggunakan kartu dengan dua lubang untuk membagi balok. Ini yang disebut celah-ganda percobaan menjadi standar untuk menentukan gerakan seperti gelombang - suatu fakta yang adalah untuk menjadi sangat penting abad kemudian ketika teori kuantum dimulai.

Galileo percobaan dengan bola bergulir di bidang miring
Galileo terus menyempurnakan ide-idenya tentang benda bergerak. Ia mengambil papan 12 hasta panjang dan setengah hasta lebar (sekitar 20 kaki dengan 10 inci) dan memotong alur, karena lurus dan halus mungkin, di tengahnya. Ia cenderung bidang miring dan bola kuningan bergulir turun, waktu keturunan mereka dengan jam air.
Aristoteles akan meramalkan bahwa kecepatan bola yang menggelinding yang konstan: ganda waktu dalam perjalanan dan akan menggandakan jarak yang dilalui. Galileo mampu menunjukkan bahwa jarak sebenarnya proporsional dengan kuadrat waktu: dua kali dan bola akan pergi empat kali lebih jauh.Alasannya adalah bahwa hal itu terus-menerus dipercepat oleh gravitasi.

Dulu, para ilmuwan memasang bandul di atas Kutub Selatan dan menyaksikannya ayunan, mereka mereplikasi demonstrasi dirayakan dilakukandi Paris pada 1851. Menggunakan kawat baja 220 meter, ilmuwan Perancis Jean-Bernard Léon Foucault ditangguhkan-bola besi 62-pon dari kubahPanthéon dan mengaturnya bergerak, bergoyang-goyang. Untuk menandaikemajuannya ia menempelkan stylus untuk bola dan menempatkan cincin pasirbasah di lantai bawah.
Para penonton menyaksikan dengan kagum sebagai pendulum misteriusmuncul untuk memutar, meninggalkan jejak sedikit berbeda dengan ayunan masing-masing. Sebenarnya itu adalah lantai Panthéon yang perlahan bergerak, dan Foucault menunjukkan, lebih meyakinkan daripada sebelumnya,bahwa bumi berputar pada porosnya. Pada lintang dari Paris, jalan pendulumitu akan menyelesaikan rotasi searah jarum jam penuh setiap 30 jam, dibelahan bumi selatan akan berputar berlawanan, dan di Khatulistiwa tidak akanberputar sama sekali. Di Kutub Selatan, sebagai ilmuwan modern dikonfirmasi,periode rotasi adalah 24 jam.

Newton penguraian sinar
matahari dengan prisma
Isaac Newton lahir setelah setahun Galileo
meninggal. Dia lulus dari Trinity College, Cambridge, pada
tahun 1665.
Kebijaksanaan umum menyatakan
bahwa cahaya putih adalah bentuk paling
murni (Aristoteles lagi) dan yang berwarna
terang karena itu harus telah diubah entah bagaimana. Untuk
menguji hipotesis ini, Newton menyorotkan seberkas sinar
matahari melalui prisma kaca dan menunjukkan
bahwa diuraikan menjadi spektrum yang dilemparkan
pada dinding. Tentu saja orang sudah tahu
tentang pelangi, tapi mereka dianggap tidak lebih
dari penyimpangan cantik. Sebenarnya,
Newton menyimpulkan, itu
adalah warna-warna merah, oranye, kuning, hijau, biru,
nila, ungu dan gradasi di antara
- yang mendasar. Apa yang tampak sederhana di
permukaan, seberkas cahaya putih, adalah, jika
seseorang melihat lebih dalam, indah kompleks

Young's light-interference experiment
Newton tidak selalu benar. Melalui berbagai argumen, ia telah pindah mainstream ilmiahterhadap keyakinan bahwa cahaya terdiri eksklusif dari partikel daripada gelombang.Pada 1803, Thomas Young, seorang dokter Inggris dan ahli fisika, meletakkan ide untu ktes. Dia memotong lubang di jendela shutter, ditutupi dengan selembar kertas tebalditusuk dengan lubang jarum kecil dan digunakan cermin untuk mengalihkan balok tipis yang datang bersinar melalui. Lalu ia mengambil "secarik kartu, sekitar satu-tigapuluh inci lebarnya" dan memegangnya dan menekan tepi di jalur balok, dan membaginya menjadi dua.Hasilnya adalah bayangan bolak terang dan gelap sebuah fenomena yang dapat dijelaskan jika kedua balok itu berinteraksi seperti gelombang. Cahaya cerah muncul di mana dua puncak tumpang tindih, memperkuat satu sama lain, cahaya gelap ditandai mana puncak sebuah berbaris dengan palung, menetralkan satu sama lain.
Demonstrasi sering diulang selama bertahun-tahun menggunakan kartu dengan dua lubang untuk membagi balok. Ini yang disebut celah-ganda percobaan menjadi standar untuk menentukan gerakan seperti gelombang - suatu fakta yang adalah untuk menjadi sangat penting abad kemudian ketika teori kuantum dimulai.

Galileo percobaan dengan bola bergulir di bidang miring
Galileo terus menyempurnakan ide-idenya tentang benda bergerak. Ia mengambil papan 12 hasta panjang dan setengah hasta lebar (sekitar 20 kaki dengan 10 inci) dan memotong alur, karena lurus dan halus mungkin, di tengahnya. Ia cenderung bidang miring dan bola kuningan bergulir turun, waktu keturunan mereka dengan jam air.
Aristoteles akan meramalkan bahwa kecepatan bola yang menggelinding yang konstan: ganda waktu dalam perjalanan dan akan menggandakan jarak yang dilalui. Galileo mampu menunjukkan bahwa jarak sebenarnya proporsional dengan kuadrat waktu: dua kali dan bola akan pergi empat kali lebih jauh.Alasannya adalah bahwa hal itu terus-menerus dipercepat oleh gravitasi.

Foucault's pendulum
Para penonton menyaksikan dengan kagum sebagai pendulum misteriusmuncul untuk memutar, meninggalkan jejak sedikit berbeda dengan ayunan masing-masing. Sebenarnya itu adalah lantai Panthéon yang perlahan bergerak, dan Foucault menunjukkan, lebih meyakinkan daripada sebelumnya,bahwa bumi berputar pada porosnya. Pada lintang dari Paris, jalan pendulumitu akan menyelesaikan rotasi searah jarum jam penuh setiap 30 jam, dibelahan bumi selatan akan berputar berlawanan, dan di Khatulistiwa tidak akanberputar sama sekali. Di Kutub Selatan, sebagai ilmuwan modern dikonfirmasi,periode rotasi adalah 24 jam.
Langganan:
Postingan (Atom)
















